Kamis, 15 November 2018

ANTASIDA

Hasil gambar untuk gambar antasida
Antasida (antacid) adalah obat yang digunakan untuk menetralkan kadar asam di dalam lambung. Pada dasarnya lambung membutuhkan asam yang berperan pada proses pencernaan serta membunuh bakteri berbahaya yang ada di makanan. Namun, ketika lambung terlalu banyak mengandung asam, kondisi tersebut dapat menimbulkan sakit maag, dengan gejala berupa nyeri ulu hati, sering bersendawa, dan perut kembung.
Komposisi Antasida :
1. Alumunium Hidroksida
2. Magnesium Hidroksida

Tentang Antasida

GolonganAntasida
KategoriObat bebas
ManfaatMenetralkan asam lambung
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiBagi ibu hamil dan menyusui, antasida tergolong aman selama penggunaannya masih sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Sebisa mungkin tidak menggunakan obat tanpa anjuran dokter.
Bentuk obatSuspensi, tablet dan kaplet kunyah

Peringatan:

  • Jangan berikan antasida pada anak-anak di bawah 12 tahun tanpa anjuran dokter. Beberapa produk antasida tidak diperuntukkan bagi anak usia
  • Hati-hati dalam menggunakan antasida jika sedang atau pernah menderita tukak lambung, perdarahan, penyakit hati, penyakit ginjal, atau penyakit jantung.
  • Penggunaan antasida oleh pasien berusia di atas 60 tahun harus dengan anjuran dan pengawasan dokter.
  • Beberapa jenis antasida mengandung natrium atau sodium (garam) tinggi. Hati-hati jika Anda tengah menjalankan diet rendah garam, memiliki tekanan darah tinggi, atau menderita sirosis.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Segera temui dokter apabila terjadi reaksi alergi atau overdosis.

Dosis dan Cara Mengonsumsi Antasida dengan Benar

Dosis antasida (antacid) berbeda pada tiap orang, disesuaikan dengan kondisi dan umur pasien. Ikuti keterangan yang ada di kemasan dan konsultasikan dengan dokter terkait dosis yang tepat juga cara penggunaan obat secara lengkap.
Antasida tersedia dalam bentuk suspensi, serta tablet dan kaplet kunyah. Untuk antasida bentuk tablet dan kaplet kunyah, konsumsi obat dengan mengunyahnya terlebih dahulu sebelum ditelan, dan minum air putih setelahnya.
Pada antasida suspensi, kocok obat sebelum digunakan. Pakai alat penakar yang tersedia pada kemasan atau yang diberikan dokter. Hindari menggunakan alat penakar obat sendiri, misalnya sendok makan. Hal itu dapat memengaruhi efektivitas obat karena dosis tidak sesuai dengan anjuran.
  • Dosis Antasida untuk Dewasa: 1-2 tablet atau 1-2 sendok takar, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Dosis Antasida untuk Anak 6-12 tahun: ½-1 tablet atau ½-1 sendok takar, diberikan 3-4 kali sehari.
Antasida, baik tablet dan kaplet kunyah, atau pun suspensi, digunakan ketika gejala muncul atau terasa akan muncul. Umumnya, antasida dikonsumsi saat atau segera setelah makan.

Efek Samping

Sama seperti obat lainnya, Antasida juga bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi dengan cara yang salah atau berlebihan. Berikut adalah beberapa efek samping yang harus diwaspadai akibat penggunaan Antasida yang berlebihan:
  • Gangguan percernaan seperti diare yang diakibatkan oleh tingginya kadar Magnesium.
  • Sebaliknya Antasida juga bisa menyebabkan sembelit akibat tingginya kadar Aluminium.
  • Antasida juga bisa menyebabkan gejala seperti hilang nafsu makan, lemah otot, dan juga kelelahan, akibat dari rendahnya kadar fosfat dalam usus. Menurunnya kadar fosfat adalah karena Alumunium dapat mengikat fosfat.
  • Penggunaan Antasida jangka panjang juga bisa memicu osteoporosis. Hal ini terjadi akrena Alumunium dalam Antasida dapat menurunkan jumlah kalsium dan fosfat falam tulang yang merupakan mineral yang memiliki peran penting dalam kepadatan tulang.
Efek samping lainnya yang cukup berat namun jarang muncul adalah seperti pusing hingga pingsan. Jika teradi efek samping yang cukup berat sebaiknya langsung hentikan penggunaan obat Antasida. Konsultasikanlah dengan dokter agar dapat ditangani lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar