TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit pernapasan kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TBC paru terbanyak setelah India. Data terbaru dari Profil Kesehatan Indonesia milik Kemenkes melaporkan ada 351.893 kasus TBC di Indonesia pada tahun 2016. TBC adalah penyakit yang sangat menular. Simak cara mencegah penularan TBC di bawah ini.
Bagaimana cara penyebaran TBC?
Bakteri
penyebab TBC, Mycobacterium tuberculosis, menyebar ketika penderita
TB mengeluarkan dahak atau cairan liur dari mulutnya yang berisi kuman tersebut
ke udara — misalnya saat batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, meludah, atau bahkan tertawa —
dan kemudian dihirup oleh orang lain di sekitarnya.
Menurut Pedoman Nasional Pengandalian Tuberkulosis milik
Kemenkes RI, dalam satu kali batuk seseorang biasanya bisa menghasilkan sekitar
3.000 percikan air liur.
Kuman yang
keluar dari batuknya penderita TB dapat bertahan di udara lembap yang tidak
terpapar sinar matahari selama berjam-jam, bahkan berminggu-minggu. Akibatnya,
setiap orang yang berdekatan dan memiliki kontak dengan penderita TB secara
langsung berpotensi menghirupnya dan akhirnya tertular.
Penyakit
TBC sangat menular, tapi tidak secara langsung. Begitu masuk ke dalam
tubuh, bakteri ini bisa “tertidur” lama alias berada di fase “dorman” — mereka
tetap ada di dalam tubuh, namun tidak aktif berkembang biak dan menyerang
tubuh. Faktanya, kebanyakan orang pernah terpapar kuman TB selama
hidupnya, namun hanya 10% orang yang terinfeksi TB akan benar-benar menderita
penyakit ini.
Siapa yang paling berisiko tertular TBC?
Salah satu
faktor penentu seseorang bisa tertular TBC atau tidak adalah seberapa kuat
sistem imun tubuhnya dan kebersihan dirinya. Semakin kuat daya tahan tubuh
Anda, semakin kecil kemungkinannya untuk tertular TB.
Orang-orang
yang sistem kekebalan tubuhnya lemah cenderung lebih mudah terinfeksi. Itu
sebabnya anak-anak, lansia, orang dengan HIV atau AIDS, penderita kanker, diabetes, ginjal, dan penyakit
autoimun lainnya berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi TBC karena sistem
imunnya tidak mampu melawan pertumbuhan bakteri TBC.
Cara mencegah penularan TBC ke orang yang sehat
Meski
sangat menular, pengidap TBC tidak harus dan tidak boleh dikucilkan dari
masyarakat. Anda tidak akan tertular TB hanya dengan sekadar berjabat
tangan atau berbagi makanan dengan penderita TBC.
Berikut
beberapa cara yang bisa dilakukan penderita untuk mencegah penularan TBC pada
orang di sekitar.
1. Tutup mulut saat batuk dan bersin
TBC
menular lewat dahak dan air liur yang keluar dari mulut. Maka, pengidap TBC
harus menutup mulutnya saat bersin atau batuk. Namun, jangan tutup
mulut dengan menangkup kedua tangan. Kuman bisa berpindah ke tangan
Anda dan kemudian berpindah lagi ke orang lain saat Anda berjabat tangan atau
memegang mereka.
Sebaiknya
gunakan tisu (jangan lupa untuk segera buang di tempat sampah, ya!
Jangan dibuang sembarangan) atau sapu tangan pribadi untuk menutup mulut. Jika
tidak ada, tutup mulut dengan memalingkan wajah ke sisi lengan dalam atau siku
dalam Anda.
Kenakan masker saat berada di tempat
umum untuk mencegah penularan TBC pada orang yang sehat.
2. Jangan meludah atau buang dahak sembarangan!
Sama
halnya dengan batuk atau bersin di tempat umum, buang dahak dan meludahpu tidak boleh sembaranga di
tempat umum. Bakteri yang ada di dalam ludah Anda bisa berterbangan di udara
dan kemudian terhirup oleh orang-orang sekitar.
Jika ingin
membuang dahak atau meludah, lakukanlah di kamar mandi. Siram ludah Anda sampai
terbilas bersih. Apabila situasi dan kondisi tidak memungkinkan Anda untuk
pergi ke kamar mandi terdekat, meludahlah di selokan atau kali yang airnya
mengalir.
3. Hindari kontak langsung dengan anak-anak
Sebisa
mungkin, hindari berdekatan atau kontak langsung dengan bayi, balita, atau
anak-anak, karena sistem imun mereka masih belum kuat dan cenderung lemah.
4. Biarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan
Kuman
penyebab TB umumnya dapat bertahan hidup di udara bebas selama satu sampai dua
jam, tergantung dari ada tidaknya paparan sinar matahari, kelembapan, dan
ventilasi. Pada kondisi gelap, lembap, dan dingin, kuman TB dapat bertahan
berhari-hari — bahkan sampai berbulan-bulan.
Namun,
bakteri TB bisa langsung mati jika terpapar oleh sinar matahari langsung. Maka,
bukalah jendela dan tirai Anda ketika cuaca cerah. Biarkan sinar matahari masuk
ke dalam ruangan untuk membunuh kuman-kuman TBC yang mungkin bersemayam dalam
rumah Anda.
Ketika
Anda membuka jendela, sirkulasi udara pun dapat membantu mendorong kuman-kuman
keluar rumah sehingga mereka mati ketika terpapar sinar ultraviolet dari sinar
matahari.
Cara Mencegah TBC Menyerang Tubuh
Langkah
utama untuk mencegah tuberkulosis adalah dengan menerima imunisasi BCG (Bacillus
Calmette-Guerin). Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan
diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan.
Anda juga
bisa mencegah TB dengan senantiasa mengenakan masker saat berada di tempat
ramai, jika berinteraksi dengan pengidap TB, serta mencuci tangan secara
teratur (khususnya pekerja medis).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar