Jumat, 16 November 2018

Apa Itu Tuberkulosis, Gejala dan Penyebabnya

Apa Itu Tuberkulosis?
Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.
TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.
Gejala dan Jenis Tuberkulosis
Gambar terkaitTB paling sering menyerang paru-paru dengan gejala klasik berupa batuk, berat badan turun, tidak nafsu makan, demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri dada, dan lemah. Jenis batuk juga bisa berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari.
Saat tubuh kita sehat, sistem kekebalan tubuh dapat memberantas basil TB yang masuk ke dalam tubuh. Tapi, sistem kekebalan tubuh juga terkadang bisa gagal melindungi kita.
Basil TB yang gagal diberantas sepenuhnya bisa bersifat tidak aktif untuk beberapa waktu sebelum kemudian menyebabkan gejala-gejala TB. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis laten. Sementara basil TB yang sudah berkembang, merusak jaringan paru-paru, dan menimbulkan gejala dikenal dengan istilah tuberkulosis aktif.

Penyebab dan Faktor Risiko Tuberkulosis
Penyebab TBC adalah Mycobacterium tuberculosis. Basil tersebut menyebar di udara melalui semburan titik-titik air liur dari batuk pengidap TB aktif.
Terdapat sejumlah orang yang memiliki risiko penularan TB yang lebih tinggi. Kelompok-kelompok tersebut meliputi:
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Orang yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.
  • Perokok.
  • Pecandu narkoba.
  • Orang yang sering berhubungan dengan pengidap TB aktif, misalnya petugas medis atau keluarga pengidap.
Menurut University of Iowa Environmental Health and Safety, jutaan orang memiliki bakteri penyebab TBC dalam tubuhnya, tapi tidak semuanya akan jatuh sakit setelah terpapar bakteri. Ada dua kondisi TBC yang perlu Anda pahami, yaitu:
·         TBC laten , yaitu bakteri ada di dalam tubuh, tapi tidak aktif. Kondisi ini tidak menimbulkan gejala dan tidak menular, tapi dapat aktif sewaktu-waktu.
·         TBC aktif, yaitu bakteri yang ada di dalam tubuh dapat menimbulkan gejala dan dapat ditularkan ke orang lain.
Sekitar 5 sampai 10 persen dari bakteri yang benar-benar akan menyebabkan TBC aktif dan akan menularkannya pada orang lain. Penyebaran bakteri paling aktif akan terjadi saat paru sudah mulai rusak akibat bakteri itu sendiri atau rusak oleh penyakit lain, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Namun, bakteri dapat menyerang paru dengan mudah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, terutama pada pasien HIV,  kekurangan gizi, diabetes, dan berisiko tinggi terjadi pada perokok aktif.

Bagaimana bakteri penyebab TBC itu menular?

Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebar melalui udara. Sama seperti flu, bakteri akan berpindah dari orang yang terinfeksi TBC ke orang yang sehat melalui tetesan air liur, yang biasanya terjadi saat batuk, bersin, meludah, bahkan berbicara.
Bakteri yang terbawa bersama tetesan air liur ini bisa terhirup dan mengendap di permukaan alveoli paru. Alveoli adalah gelembung-gelembung kecil di dalam paru yang menjadi tempat pertukaran oksigen dengan karbon dioksida.

Bakteri yang aktif bisa berkembang biak menyebabkan kerusakan pada bagian alveolus. Tanpa perawatan, bakteri bisa terbawa bersama darah dan menyerang ginjal, sumsum tulang, belakang, dan otak yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar