Jumat, 16 November 2018

RIFAMPISIN

Gambar terkait

Rifampicin merupakan obat antibiotic dengan fungsi berbagai infeksi, seperti:
1.      1.                  Tuberculosis (TBC)
2.                  Kusta
3.                  Legionnaires’s disease
4.                  Brucellosis dan infeksi stafilokokus serius
Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri.

Tentang Rifampicin

Jenis obat
Antibiotik
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengobati infeksi tuberculosis dan kustaMencegah infeksi bakteri N. meningitidis dan Hib
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui
Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Pada ibu menyusui, rifampicin dapat diserap ke dalam ASI dan dicurigai dapat berisiko menimbulkan tumor pada anak. Obat ini tidak boleh digunakan selama menyusui, diskusikan mengenai risiko dan manfaatnya kepada dokter.
Bentuk obat
Tablet, kapsul, sirop

Peringatan:

  • Hati-hati bagi penderita gangguan hati dan ginjal, serta porfiria dan kecanduan alkohol.
  • Waspadai penggunaan obat ini bersama dengan obat antivirus ritonavir dan  darunavir karena dapat meningkatkan risiko gangguan hati atau menurunkan efektivitas antivirus.
  • Hindari penggunaan rifampicin bersama vaksinasi yang berasal dari bakteri yang dilemahkan, seperti vaksin tifus.
  • Rifampicin dapat merubah urine, tinja, air liur, dahak, dan keringat menjadi berwarna oranye atau coklat kemerahan. Efek ini akan hilang bila penderita menghentikan konsumsi.
  • Rifampicin dapat mempengaruhi efektivitas pil KB, disarankan untuk menggunakan kontrasepsi jenis lain.
  • Terus konsumsi dan kontrol kembali kepada dokter sampai diperbolehkan untuk menghentikan obat, walaupun keluhan sudah menghilang. Menghentikan pengobatan tanpa sesuai anjuran dapat membuat bakteri terus tumbuh dan mengakibatkan infeksi kembali.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi rifampicin, segera temui dokter.

Dosis Rifampicin

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan rifampicin untuk beberapa kondisi:
Penyakit
Dosis
Tuberkulosis
Dewasa: 8-12 mg/kgBB per hari.Anak-anak: 10-20 mg/kgBB per hari. Dosis maksimum 600 mg per hari.
Kusta
Dewasa: 600 mg, satu kali sebulan, selama 6-12 bulan.Anak-anak: 10 mg/kgBB per hari, untuk pemberian 1 kali per bulan, selama 6-12 bulan.
Pencegahan infeksi N. meningitidis
Dewasa: 600 mg, 2 kali sehari, selama dua hariAnak-anak  1 bulan: 5 mg/kgBB, 2 kali sehari.Anak-anak > 1 bulan: 10 mg/kgBB, 2 kali sehari.
Pencegahan infeksi Hib
Dewasa: 600 mg, 2 kali sehari, selama 4 hariAnak-anak > 1 bulan: 20 mg/kgBB per hari, selama 4 hari, dosis maksimum 600 mg/hari.Anak-anak  1 bulan: 10 mg/kgBB per hari, selama 4 hari.
Gangguan fungsi hati
Maksimal 8 mg/kgBB per hari.

Efek Samping
Efek samping apa yang dapat dialami karena rifampicin?
Rifampin dapat menyebabkan efek samping. Urine, keringat, dahak, dan air mata Anda dapat berubah ungu atau merah; efek ini tidak berbahaya.
Beri tahu dokter jika ada gejala-gejala di bawah ini yang bertambah parah atau tidak kunjung pulih:
·                  gatal
·                  kulit memerah dan panas
·                  sakit kepala
·                  mengantuk
·                  pusing
·                  kurangnya koordinasi
·                  sulit berkonsentrasi
·                  linglung
·                  perubahan perilaku
·                  lemah otot
·                  nyeri di lengan, tangan, telapak kaki, atau kaki
·                  heartburn (sensasi hangat dan terbakar tidak nyaman di dada)
·                  kram perut
·                  diare
·                  gas
·                  periode menstruasi yang menyakitkan atau tidak teratur
·                  perubahan penglihatan
Beberapa efek samping dapat serius. Jika Anda mengalami salah satu gejala berikut, segera hubungi dokter Anda:
·                  ruam
·                  gatal-gatal
·                  demam
·                  lecet
·                  pembengkakan mata, wajah, bibir, lidah, tenggorokan, lengan, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau kaki yang lebih rendah
·                  mual
·                  muntah
·                  kehilangan nafsu makan
·                  urin gelap
·                  nyeri sendi atau bengkak
·                  menguningnya kulit atau mata
Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar