1. 1.
Tuberculosis (TBC)
2.
Kusta
3.
Legionnaires’s disease
4.
Brucellosis dan infeksi stafilokokus
serius
Obat ini bekerja dengan cara
menghentikan pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri.
Tentang Rifampicin
Peringatan:
- Hati-hati
bagi penderita gangguan hati dan ginjal, serta porfiria dan kecanduan alkohol.
- Waspadai
penggunaan obat ini bersama dengan obat antivirus ritonavir dan
darunavir karena dapat meningkatkan risiko gangguan hati atau
menurunkan efektivitas antivirus.
- Hindari
penggunaan rifampicin bersama vaksinasi yang berasal dari bakteri yang
dilemahkan, seperti vaksin tifus.
- Rifampicin
dapat merubah urine, tinja, air liur, dahak, dan keringat menjadi berwarna
oranye atau coklat kemerahan. Efek ini akan hilang bila penderita
menghentikan konsumsi.
- Rifampicin
dapat mempengaruhi efektivitas pil KB, disarankan untuk menggunakan
kontrasepsi jenis lain.
- Terus
konsumsi dan kontrol kembali kepada dokter sampai diperbolehkan untuk
menghentikan obat, walaupun keluhan sudah menghilang. Menghentikan
pengobatan tanpa sesuai anjuran dapat membuat bakteri terus tumbuh dan
mengakibatkan infeksi kembali.
- Jika
terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi rifampicin,
segera temui dokter.
Dosis Rifampicin
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan rifampicin untuk
beberapa kondisi:
Penyakit
|
Dosis
|
Tuberkulosis
|
Dewasa: 8-12
mg/kgBB per hari.Anak-anak: 10-20 mg/kgBB per hari. Dosis
maksimum 600 mg per hari.
|
Kusta
|
Dewasa: 600 mg, satu kali
sebulan, selama 6-12 bulan.Anak-anak: 10 mg/kgBB per hari, untuk pemberian
1 kali per bulan, selama 6-12 bulan.
|
Pencegahan infeksi N. meningitidis
|
Dewasa: 600 mg, 2 kali
sehari, selama dua hariAnak-anak ≤ 1 bulan: 5 mg/kgBB, 2 kali sehari.Anak-anak > 1 bulan: 10 mg/kgBB, 2 kali sehari.
|
Pencegahan infeksi Hib
|
Dewasa: 600 mg,
2 kali sehari, selama 4 hariAnak-anak > 1 bulan: 20 mg/kgBB per hari, selama 4 hari,
dosis maksimum 600 mg/hari.Anak-anak ≤ 1 bulan: 10 mg/kgBB per hari, selama 4
hari.
|
Gangguan fungsi hati
|
Maksimal 8 mg/kgBB per hari.
|
Efek
Samping
Efek samping apa yang dapat dialami karena rifampicin?
Rifampin
dapat menyebabkan efek samping. Urine, keringat, dahak, dan air mata Anda dapat
berubah ungu atau merah; efek ini tidak berbahaya.
Beri
tahu dokter jika ada gejala-gejala di bawah ini yang bertambah parah atau tidak
kunjung pulih:
·
gatal
·
kulit memerah dan panas
·
sakit kepala
·
mengantuk
·
pusing
·
kurangnya koordinasi
·
sulit berkonsentrasi
·
linglung
·
perubahan perilaku
·
lemah otot
·
nyeri di lengan, tangan, telapak
kaki, atau kaki
·
heartburn (sensasi hangat dan
terbakar tidak nyaman di dada)
·
kram perut
·
diare
·
gas
·
periode menstruasi yang menyakitkan
atau tidak teratur
·
perubahan penglihatan
Beberapa
efek samping dapat serius. Jika Anda mengalami salah satu gejala berikut,
segera hubungi dokter Anda:
·
ruam
·
gatal-gatal
·
demam
·
lecet
·
pembengkakan mata, wajah, bibir,
lidah, tenggorokan, lengan, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau kaki yang
lebih rendah
·
mual
·
muntah
·
kehilangan nafsu makan
·
urin gelap
·
nyeri sendi atau bengkak
·
menguningnya kulit atau mata
Tidak
semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek
samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai
efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar