Jumat, 16 November 2018

LOPERAMIDE

Apa Itu Loperamide (Imodium)?

Gambar terkait
Loperamide adalah obat untuk mengobati diare mendadak. Cara kerjanya adalah dengan memperlambat gerak usus dan membuat feses menjadi lebih padat. Imodium adalah salah satu merek obat loperamide yang paling dikenal.
Loperamide juga digunakan untuk mengurangi jumlah cairan yang keluar pada pasien yang dilakukan ileostomi, dan untuk mengobati diare pada orang dengan penyakit radang usus.
Loperamide hanya mengobati gejala, namun tidak bisa menyembuhkan penyebab diare (misalnya infeksi). Terapi gejala lain dan penyebab diare harus ditentukan oleh dokter.
Loperamide tidak boleh diminum oleh pada kurang dari 6 tahun kecuali bila dianjurkan oleh dokter. Obat ini juga tidak boleh digunakan pada bayi kurang dari 24 bulan.

Tentang Loperamide

Golongan
Antidiare
Kategori
Obat resep
Manfaat
Mengobati diare
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak ≥ 2 tahun
Kategori kehamilan dan menyusui
Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Loperamide belum diketahui dapat diserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter.
Bentuk obat
Tablet

Peringatan:

  • Hindari penggunaan Loperamide untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun.
  • Mencegah dehidrasi dengan memenuhi asupan cairan yang cukup merupakan penanganan utama diare pada anak, jangan berikan obat anti diare pada anak kecuali atas anjuran dokter anak.
  • Loperamide dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang berakibat fatal bila digunakan lebih dari dosis yang dianjurkan.
  • Loperamide tidak dianjurkan diberikan pada pasien diare karena disentri, yaitu diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau amoeba, serta mengakibatkan diare yang disertai lendir, darah, dan nyeri perut.
  • Hindari pemberian loperamide pada pasien dengan riwayat aritmia, gangguan elektrolit, atau konstipasi.
  • Hindari penggunaan loperamide yang dikombinasikan dengan obat yang juga menimbulkan efek gangguan irama jantung, seperti antipsikotik, moxifloxacin, dan methadone.
  • Hindari menyetir dan mengoperasikan alat berat setelah mengonsumsi loperamide, karena obat ini dapat menimbulkan kantuk atau pusing.
  • Jika terjadi reaksi alergi dan overdosis setelah mengonsumsi loperamide, temui dokter.

Dosis Loperamide

Kondisi
Bentuk Obat
Usia
Dosis
Diare akut
Tablet
Dewasa
Diawali 4 mg, dan diberikan lagi 2 mg setiap kali BAB. Maksimal 16 mg dalam sehari.
Diare kronis
Tablet
Dewasa
4-8 mg per hari, yang dibagi ke dalam beberapa jadwal konsumsi. Maksimal 16 mg per hari.
Hentikan penggunaan loperamide pada kasus diare akut jika kondisi tidak membaik dalam 48 jam. Pada kasus diare kronis, hentikan konsumsi loperamide jika kondisi tidak membaik hingga 10 hari.

Efek Samping
Efek samping apa yang dapat dialami karena Loperamide (Imodium)?

Efek samping loperamide (Imodium) yang cukup umum terjadi adalah:
·         Pusing
·         Mengantuk, rasa lelah
·         Sembelit
·         Nyeri perut ringan
·         Ruam kulit atau gatal ringan
Berhenti menggunakan loperamide dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius berikut ini:
·         Nyeri perut atau kembung
·         Diare terus menerus atau memburuk
·         Diare air atau berdarah
·         Reaksi kulit berat – demam, sakit tenggorokan, bengkak pada wajah atau lidah, rasa terbakar pada mata, nyeri kulit, diikuti ruam merah atau ungu yang menyebar (khususnya pada wajah atau tubuh bagian atas) dan menyebabkan lepuhan dan mengelupas
Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar